Dari Dulu

Sesaat di kamar rawat inap di rumah sakit.

“kau tahu? Aku tidak pakai bra dan celana dalam. Rasanya lega sekali, seperti telanjang”

 “Bagaimana kalau kau pipis?”

“kalau pipis, pipis saja”

“aku akan meminta perawat untuk memakaikanmu pampers”

“Bamper?” dia mengerutkan dahi.

“Pampers!”

Bee merengut. “hei! Aku memang tinggal dengan pengasuh, tapi kau kejam, tidak boleh ada pampers”

“memangnya kau bisa berangkat menuju toilet?”

Hening, dan Bee malu-malu.

“Nah, kan?”

Sebuah ketukan terdengar di pintu masuk, lalu sebuah kepala melongok di pintu. Dia tersenyum. Dani masuk.

“Syukurlah.. kau sudah siuman” ada kelegaan dalam suaranya.

“Ciuman?”

“Siuman”

“Siluman”

“Pengaruh obat” kata gadis berkuncir kuda.

“Bagaimana keadaanmu?”

“Air”

“Hah?”

Bee berkata “aku butuh air”

“dia dilarang minum air, dua jam lagi dibolehkan”

“aku haus, Mon!”

“Sabar” kata pria itu, membelai dahinya. “Kau tidak tahu aku, ya?”.

 “siapa kau?”

“Dani”

Gadis itu mengerjapkan mata, memandang bingung, lalu bola matanya membelalak. Wajahnya berubah pucat dan malu. “Mona!”

“Kau akan terus melakukan ini padaku, Bee? Menjauhiku? Membiarkanku harus diam setiap ingin bicara denganmu?”

Dengan gugup dan masih dalam kondisi kebingungan, “Aku hanya.. umm.. tidak ingin Mona pergi”

“Karena kau tidak mau bicara berdua denganku?”

Pertanyaan itu tidak dijawab. Gadis itu bisa melihat Rahang Dani mengeras, dia memandang Bee tak berkedip. “baiklah, kalau itu maumu, aku akan bicara di depan Mona sekarang, bahwa aku ingin melakukan ini dari dulu..”

Dani meraih tangan Bee di genggamanku, dia mendekatkan wajahnya ke wajah Bee, berbagi nafas yang tak bisa dielak.

 “Bee?”

Dia menjauhkan kepalanya, memandang Bee membelalakkan mata, menelan ludah, lalu dia mengangguk ragu. “Kenapa di bibir?”

“Karena aku sudah lama menanti hal ini, satu hari, satu minggu, setahun, bertahun-tahun, bahkan mungkin seribu tahun aku selalu menanti hal ini kepadamu”

 Mau tak mau gadis itu tersipu, menyadari bahwa dia juga sangat menginginkan hal ini, dari dulu.

 

 

 

 

Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari Tiket.com dan nulisbuku.com #TiketBaliGratis

 

Komentar

Postingan Populer