Kemana Gatot Kaca dan Si Unyil??
Saat ini, di zaman globalisasi ini, media-media barat terus mendominasi media negara Kita. Seperti halnya dalam salah satu tulisan saya ‘Imperialisme Media ala Harry Potter’ yang pada intinya menjelaskan bahwa hanya berawal dari satu novel, kemudian di film kan, booming-nya sudah mendunia yang notabene dengan waktu yang sangat-sangat cepat. Memang tidak bisa dipungkiri dan di tepiskan dengan mudah permasalahan akan pemdominasian media ini. Karena kerap kali media kita juga selalu merujuk dan berkiblat pada media barat. Coba saja lihat di pertokoan (mainan), begitu banyak dijual tokoh superhero mulai dari Superman, Batman, X-Men, Spiderman, Flash, Hulk,

Harry Potter dll sampai ke boneka musuh-musuh para superhero tersebut. Efek dari itu, kita lupa akan ‘kita’ sendiri. Apa budaya kita? Karena tentunya kita juga punya tokoh yang patut disejajarkan dengan Harry Potter, Superman, dan sejenisnya. Adakah di saat anda berjalan di store melihat boneka Gatot Kaca atau Unyil cs??.
Gatot Kaca sosok tokoh Superhero yang ada pada dunia perwayangan Indonesia, karena memiliki kekuatan terbang tanpa sayap dan terkenal dengan sebutan ‘Otot Kawat Tulang Besi’. Tidak kalah hebatkan dengan Superman dsb! Begitu juga dengan Tokoh si Unyil, yang bersetelan khasnya itu (tidak lupa peci dan kain sarung), dengan jalan cerita yang natural, lucu, dan mendidik.

Eksistensi kedua tokoh khas Indonesia itu memang jarang di perhatikan, karena kita hanya menerima apa yang kita dapatkan dari luar, seperti Upin dan Ipin yang memang berasal dari negara tetangga, secara kasat mata memang kepopuleran Upin-Ipin sangat luar biasa di Indonesia. Saya pun sudah bosan mendengar gaya bicara-nya diturut oleh anak-anak Indonesia. kepopuleran Upin-Ipin dan tokoh superhero barat lainnya ini menggeser keberadaan Gatot Kaca dan Unyil itu sendiri. Karena Indonesia sendiri kurang menjual budaya nya sendiri, Indonesia tidak terbiasa mendokumentasikan budayanya, sehingga prestise terhadap negara sangat rendah. Mungkin inilah hakikat Imperialisme media itu sendiri, Indonesia yang merupakan negara dunia ketiga yang rentan untuk menjadi incaran khusus imperialisme.
Saya yakin hanya sedikit yang ada di Benak Masyarakat Indonesia akan Gatot Kaca dan Si Unyil.

Harry Potter dll sampai ke boneka musuh-musuh para superhero tersebut. Efek dari itu, kita lupa akan ‘kita’ sendiri. Apa budaya kita? Karena tentunya kita juga punya tokoh yang patut disejajarkan dengan Harry Potter, Superman, dan sejenisnya. Adakah di saat anda berjalan di store melihat boneka Gatot Kaca atau Unyil cs??.
Gatot Kaca sosok tokoh Superhero yang ada pada dunia perwayangan Indonesia, karena memiliki kekuatan terbang tanpa sayap dan terkenal dengan sebutan ‘Otot Kawat Tulang Besi’. Tidak kalah hebatkan dengan Superman dsb! Begitu juga dengan Tokoh si Unyil, yang bersetelan khasnya itu (tidak lupa peci dan kain sarung), dengan jalan cerita yang natural, lucu, dan mendidik.

Eksistensi kedua tokoh khas Indonesia itu memang jarang di perhatikan, karena kita hanya menerima apa yang kita dapatkan dari luar, seperti Upin dan Ipin yang memang berasal dari negara tetangga, secara kasat mata memang kepopuleran Upin-Ipin sangat luar biasa di Indonesia. Saya pun sudah bosan mendengar gaya bicara-nya diturut oleh anak-anak Indonesia. kepopuleran Upin-Ipin dan tokoh superhero barat lainnya ini menggeser keberadaan Gatot Kaca dan Unyil itu sendiri. Karena Indonesia sendiri kurang menjual budaya nya sendiri, Indonesia tidak terbiasa mendokumentasikan budayanya, sehingga prestise terhadap negara sangat rendah. Mungkin inilah hakikat Imperialisme media itu sendiri, Indonesia yang merupakan negara dunia ketiga yang rentan untuk menjadi incaran khusus imperialisme.
Saya yakin hanya sedikit yang ada di Benak Masyarakat Indonesia akan Gatot Kaca dan Si Unyil.
Komentar