Desa Trans di Pulau Bangka

Deskripsi ini berawal dari pasca saya dengan rekan-rekan bersembilan di KKN ( Juli – September 2009) kan di wilayah Bangka Selatan, kecamatan Pulau Besar, lebih tepatnya di Desa Fajar Indah atau akrab di sapa dengan Desa Trans 1. selama 45 hari survive dan bersosialisasi di sana dan berjumpa dengan sejumlah keunikan dan kekhasan baik itu masyarakat dan juga sosial budaya Desa Trans yang sangat memberikan wawasan serta pengetahuan yang bermakna bagi pribadi saya khususnya. (karena memang pada awal menginjak kaki di Desa ini kami telah mengalami culture Shock)

Sejarah Singkat Desa Fajar Indah

Menurut sumber terpercaya, Desa ini dulu adalah desa yang jarang (di dalam hutan dengan pohon-pohon yang besar, hanya terdiri sebanyak 20 KK pada awalnya, dan belum di beri nama baik itu oleh Pemda atau Pemprov sendiri, dan singkatnya pada tahun 1991 terdapat program transmigrasi dari pemerintah, dan mereka yang berada baik di Jawa, Madura, Palembang, maupun Bali di pindahkan di desa ini. Dari tahun ke tahun kelahiran, perpindahan penduduk membuat desa ini menjadi Desa dengan jumlah KK terbanyak. Karena penduduknya merupakan masyarakat pendatang maka inilah sebabnya desa ini akrab di sapa dengan Desa Trans 1 ( dikatakan ‘1’ karena memang desa trans yang pertama, dari 3 desa Trans lainnya). Dan semenjak desa ini mendapat perhatian dari Pemda diberilah nama desa ini yaitu Baktihardjo dan sudah memiliki sistem pemerintah desa yang jelas, setelah pergantian kepala desa yang kedua nama desa ini diganti menjadi Desa Fajar Indah (sekitar tahun 1996), alasan pergantian nama tersebut karena nama ‘Bhaktihardjo’ agak kejawa-jawaan dan nama Desa Fajar Indah ini tidak berubah sampai sekarang. Dan Desa Fajar Indah Terbagi 2 Blog atau 2 dusun, yaitu Dusun Karya Mukti dan Dusun Mukti Tama.

Bagaimana karakteristik Desa Trans itu sendiri??



Letak dan Batas Wilayah
Secara geografis Desa Fajar Indah berada ± 8 m DPL (diatas permukaan laut) yang merupakan Wilayah Kecamatan Pulau Besar Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dibagian Selatan Pulau Bangka dengan kategori wilayah dataran (perbukitan) dan jenis tanah lempung pasiran.
Adapun untuk batas-batas wilayah, Desa Fajar Indah berbatasan dengan
a. Sebelah utara : Desa Bedengung dan Desa Sukajaya
b. Sebelah selatan : Desa Panca Tunggal (Trans 3)
c. Sebelah Barat : Desa Batu Betumpang
d. Sebelah Timur : Desa Sumber Jaya Permai (trans 4)

Tipologi Wilayah
Desa Fajar Indah adalah salah satu daerah yang berada di Kecamatan pemekaran Pulau Besar Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Desa Fajar Indah memiliki luas sekitar 1100 Ha yang dibagi menjadi :
1. Lahan sawah tadah hujan 500 Ha yaitu sekitar 45% dari luas daerah yang terdiri dari 150 Ha lahan yang diusahakan dan 350 Ha lahan sementara tidak diusahakan.
2. Ladang 375 Ha, yaitu sekitar 35% dari luas daerah
3. Perkarangan 125 Ha, yaitu sekitar 11% dari luas daerah
4. Lain-lain 108 Ha, yaitu sekitar 9% dari luas daerah.

Orbitasi
Lokasi Desa Fajar Indah berjarak ±120 km dari ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, ±90 km dari ibukota Kabupaten Bangka Selatan dan . ±12 km dari Kecamatan Pulau Besar.




Potensi Sumber Daya Manusia
Umur
Desa Fajar Indah memiliki sumber daya manusia yang sangat produktif, dapat kita lihat dari banyaknya masyarakat Desa Fajar Indah yang masih dalam usia produktif. Adapun jumlah penduduk dengan kategori usia 0-5 tahun, usia 6-55 tahun, usia anak-anak 0-5 tahun dan lanjut usia dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 1. Jumlah penduduk Desa Fajar Indah berdasarkan usia
No Kategori Usia Jumlah Persentase
1. Anak-anak (0-5 tahun) 185 orang 9%
2. Produktif (6-55 tahun) 1669 orang 82%
3. Lansia (>55 tahun) 197 orang 9 %
Sumber : Aparat Pemerintahan Desa Fajar Indah

Jumlah Penduduk
Berdasarkan data-data yang ada, dari 2051 orang penduduk Desa Fajar Indah, jumlah laki-laki sebanyak 1120 orang dan jumlah perempuan sebanyak 931 orang dengan jumlah KK sebanyak 530 KK.

Pendidikan
Tingkat pendidikan Desa Fajar Indah dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 2. Jumlah penduduk Desa Fajar Indah berdasarkan tingkat pendidikan
No. Tingkat Pendidikan Jumlah
1. Tidak tamat SD 292 orang
2. SD 533 orang
3. SMP 300 orang
4. SMA 89 orang
5. DIPLOMA 4 orang
6. SARJANA 21 orang
Sumber : Balai Desa Fajar Indah

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa tingkat pendidikan di Desa Fajar Indah sangatlah rendah. Ini membuktikan bahwa perhatian dari pemerintah khususnya Pemkab Bangka Selatan sangat diharapkan untuk meningkatkan mutu pendidikan sehingga dapat menciptakan sumber daya manusia yang dapat dijadikan modal untuk mengembangkan potensi yang ada pada daerah tesebut.
Di desa ini sendiri terdapat 2 Sekolah Dasar yaitu SDN 14 dan 15 Fajar Indah dan juga 1 SMP yaitu SMPN 2 Payung. 1 Playgroup, dan seperti layaknya di desa dan di kota, masjid sebagai tempat belajar pengajian anak-anak.

Mata Pencaharian
Masyarakat Desa Fajar Indah sebagian besar menggantungkan hidupnya dari pertanian tetapi ada juga yang bekerja sebagai penambang timah, pekerja bengkel dan guru. Dari pekerjaan tersebut masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Adapun jumlah masyarakat yang bekerja sebagi petani, penambang timah dan guru tersebut dapat kita lihat pada tabel berikut.


Tabel 3. Jumlah penduduk Desa Fajar Indah berdasarkan mata pencaharian
No Mata Pencaharian Jumlah
1. Pertanian 285
2. Pertambangan 63
3 Industri Pengolahan 3
4 Jasa (guru, montir) 30
Sumber : Aparat Pemerintahan Desa Fajar Indah. Tahun 2009



Agama
Kehidupan beragama di Indonesia tidak terlepas dari pelaksanaan pasal 29 UUD 1945. Masyarakat Desa Fajar Indah sebagian besar memeluk agama Islam namun ada juga yang memeluk agama Katolik dan Kristen. Kesemarakan kehidupan beragama Desa fajar Indah ditandai dengan banyaknya tempat beribadah, dan pembangunan tempat beribadah yang semakin berkembang. Seperti Di desa fajar Indah, setiap RW (Rukun Warga) sebagian besar sudah memiliki Masjid (Surau).

Cacat Mental

Masyarakat Desa Fajar Indah juga ada yang menyandang cacat, diantaranya :
1. tuna rungu-wicara ada 2 orang
2. tuna grahida ada 4 orang
3. tuna daksa ada 10 orang
4. tuna ganda (cacat tubuh, buta, bisu, tuli) ada 1 orang.

Kondisi Ekonomi
Berdasarkan kenyataan yang ada, Keadaan ekonomi masyarakat Desa Fajar Indah masih terbilang miskin. Adapun program ataupun kegiatan pengentasan kemiskinan diperoleh dari Bantuan Langsung Tunai (BLT), Raskin dan Askeskin dimana Askeskin tersebut baru dilaksanakan selama 2 tahun terakhir. Selain itu juga kegiatan lain yag dilakukan dalam rangka penanggulangan kemiskinan antara lain ;

Tabel 6. Program pengentasan kemiskinan Desa Fajar Indah
No Kegiatan Institusi Pemberi Bantuan Penerima
1 Bantuan modal non pertanian Swasta Kelompok usaha masyarakat desa
2. Bantuan usaha pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Petani

3. PNPM Pemerintah pusat Kelompok usaha masyarakat desa
Sumber : Aparat Pemerintahan Desa Fajar Indah

Kondisi Sosial Budaya
Dalam aspek sosial budaya, masyarakat yang tinggal di Desa Fajar Indah merupakan masyarakat yang cukup heterogen yang pada umumnya adalah masyarakat transmigrasi. Masyarakat pendatang yang dominan adalah mereka yang berasal dari Jawa yang datang ke Desa Fajar Indah melalui program transmigrasi. Tapi terdapat beberapa masyarakat Desa fajar indah yang tinggal dan menetap yang berasal dari Madura dan Sumatra.
Uniknya, Desa Fajar Indah yang merupakan masyarakat transmigran tidak melepas jati diri serta budaya yang membawanya yang dapat dijadikan sebagai identitas desa walaupun sudah tinggal dan menetap di Bangka Belitung, misalnya dengan tetap menggunakan alat-alat tradisional khas jawa, seperti gendang, nyanyian, tarian, kesenian Ketoprak dan Kuda Lumping Walaupun hanya digunakan pada saat pertunjukkan tertentu saja seperti pernikahan, perayaan hari Besar Keagamaan. Akan tetapi, mirisnya untuk saat ini fasilitas-fasilitas kesenian tersebut sudah tidak lagi digunakan karena rusak, dan minimnya peralatan menjadikan masyarakat tidak bisa memanfaatkannya.

Kesehatan
Pada dasarnya pembangunan di bidang kesehatan bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara mudah, merata, dan murah. Salah satunya dengan adanya fasilitas kesehatan. Di Desa Fajar Indah memiliki Pustu atau Puskesmas Pembantu serta program Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mengenai pengobatan gratis untuk masyarakat melalui program JKJB (Jaminan Kesehatan Junjung Besaoh).




45 hari Bersama Masyarakat Pendatang

Selama 45 hari kami bersembilan yang terdiri dari berbagai jurusan di UNBB (Universitas Bangka Belitung) memang mendapat pelajaran khusus di tempatkan di Fajar Indah ini. Saya pribadi sejak pertama menginjak kaki di sini memang sudah mengalami culture shock. Walaupun saya adalah orang keturunan jawa, lebih tepatnya sunda, tapi ini adalah suatu hal yang baru. Saya suka mengunjungi kampung-kampung di Bangka khususnya yang notabene memang merupakan orang kampung Asli (Bangka Asli), tidak seperti Desa Fajar Indah ini, adalah masyarakat pendatang baik itu Jawa, Sunda, Bali, Palembang, Madura, bahkan Medan pun ada. Uniknya saya (kami) dihadapkan dengan berbagai karakter, etnik, suku masyarakat yang berbeda di padukan di satu kampung, dan salutnya potensi konflik etnik disini rendah. Bisa dikatakan kami bersembilan ini ibarat berKKN di luar pulau Bangka.
Mengenai tempat pemukiman seperti Tipe rumah-rumah di sana bisa dikatakan seperti tipe rumah pantai (bajak laut) dengan halaman pasir putih kasar tapi bangunan rumah semi permanent, kebanyakan tiap rumah memiliki banyak pohon kelapa. Dari rumah ke rumah (kiri-kanan) hanya berjarak sekitar 4 meter.
Untuk masalah listrik, sama seperti di Kampung-kampung di Bangka lainnya, Desa Fajar Indah hanya di Bantu dengan PLTD dan itu juga untuk penggunan malam hari (17.30 – 23.30), tapi sayangnya hanya untuk beberapa KK khususnya yang bekerja sebagai Guru, Aparat Desa, dan mantri, Tokoh Agama diberikan fasilitas Listrik Tenaga Surya, dan ini menimbulkan potensi kecemburuan sosial.
Entah memang karakter atau ciri khas orang Jawa atau bukan, tapi setiap Shubuh adalah saatnya warga untuk memulai aktivitas, dan setiap pagi itulah di setiap jalan ataupun rumah-rumah warga selalu membersihkan rumah dari sampah-sampah. Bahkan sangat bersih. Saya yang orang Bangka pun merasa malu tapi salut melihat kebiasaan mereka. Begitu juga dengan anak-anak khususnya mereka yang duduk di bangku SD, termasuk manusia-manusia pejalan kaki kami menyebutnya. Mereka mampu berjalan jauh, (jarang menggunakan sandal apalagi sepatu dan jarang capek).
Kebanyakan setiap rumah kesulitan dalam masalah Air, tidak banyak di beberapa rumah terdapat sumur pribadi. Apalagi pada saat musim kemarau. Warga di sana jika memang butuh air hanya untuk mandi, mencuci ataupun untuk minum, mereka cukup pergi ke Payak (sumur –sumur yang kebanyakan berada di kebun/ hutan), dan di Payak itu juga dijadikan sebagai tempat bertukar informasi (secara tidak langsung).
Sayangnya, di Desa Fajar Indah tidak memiliki hasil Alam yang menjadi cirri khas, tidak seperti Desa Trans 3 yang terkenal dengan penghasil Salaknya. Desa Fajar Indah memiliki potensi tanah yang kurang baik, hanya cocok untuk bertanam sayur-sayuran.
Memang sama halnya seperti desa-desa kebanyakan, setiap minggunya, terdapat Pasar Malam, biasanya satu minggu sekali di gelarnya pasar malam dan kebanyakan penjual-penjualnya adalah mereka yang dari kota, baik itu bakso, martabak, pakaian, pernak-pernik, buah-buahan. Akan tetapi pasar malam di desa fajar indah termasuk sepi.



Uniknya, seperti yang dijelaskan di awal, setiap RW (terdapat 6 RW) memiliki Surau (Masjid Kecil), masing-masing ada yang memiliki 1 atau 2 Surau. Secara kasat mata, memang ke-individualisme masyarakat sangat kentara, termasuk dalam pembangunan Surau-surau ini. Secara tidak langsung, 1 Masjid besar yang pertama kali dibangun menjadi kurang dimanfaatkan, hanya sering digunakan pada saat Shalat Jum’at saja. Sesuatu hal yang sangat di sayangkan.

YANG HARUS DIPERHATIKAN

1. Harus adanya peran aktif Pemerintahan Kabupaten Bangka Selatan dan Pemerintahan Desa khususnya instansi terkait untuk selalu memberikan dukungan baik secara material dan spiritual kepada masyarakat Desa Fajar Indah agar bisa lebih baik dan maju sesuai perkembangan zaman.
2. Adanya kebersamaan yang kuat, solidaritas sosial yang tinggi di antara warga masyarakat Desa Fajar Indah untuk ikut serta dalam memajukan Desa Fajar Indah agar tercipta kesejahteraan masyarakat yang ingin di capai.
3. Perlunya pengembangan potensi yang ada di Desa Fajar Indah baik potensi alam maupun potensi sumber daya manusia, setidaknya dengan membentuk, menjalankan dan memfasilitasi organisasi-organisasi masyarakat seperti, Karang Taruna, PKK, Koperasi, Kelompok Tani, Kelompok Pengajian dan kelompok kesenian daerah. Dan ini tidak terlepas dari campur tangan dan perhatian Pemerintahan Desa Fajar Indah serta Pemerintah Kabupaten Bangka selatan.
4. Melihat dari sisi pendidikan dan keadaan sosial serta potensi masyarakat Desa Fajar Indah maka sangat perlu diadakan sarana pendidikan jenjang lebih tinggi yaitu SMA, karena kebanyakan masyarakat Desa Fajar Indah hanya lulusan SD dan SMP. Dengan adanya sarana pendidikan ini, setidaknya terciptanya kesejahteraan, serta menjadi desa yang peduli pendidikan.



Komentar

suramutto mengatakan…
skrg sudah lmyn maju mbak.
Unknown mengatakan…
Trans 2 ada gak
Aku dulu pernah tinggal di trans 2 desa fajar indah.

Postingan Populer