isu lokal 'MENCADIN' di Pangkalpinang
Tulisan ini hanya sebatas hasil dari pengumpulan informasi-informasi dari kanan-kiri semata, dan saya tidak berani untuk mengambil kesimpulan mengenai fenomena ini, dan pastinya teman-temansudah mengetahui kabar ini.
*Oia.. tidak lupa saya ucapkan makasih untuk teman-teman yang sudah bersedia bercerita banyak tentang hal ini*
Pertengahan April ini, bisa dikatakan Kota Pangkalpinang dihebohkan dengan isu Hantu Gentayangan yang katanya sedang berkeliling mengitari kawasan Pangkalpinang. Ada yang was-was, dan ada pula yang biasa-biasa saja, ada yang realistis modern, dan ada pula yang berpikir tradisional. Hantu Gentayangan atau ‘Mencadin’ kata Orang Bangka merupakan Hantu seorang wanita PSK. Banyak kabar yang beredar dan juga berbagai versi mengenai isu ini, katanya wanita itu meninggal di Rumah Sakit Daerah di Pangkalpinang karena mengidap AIDS, pihak RS sendiri kemungkinan tidak bertanggung jawab dalam menangani pasien ini, pasalnya pasien yang dimungkinkan merupakan warga pendatang yang tidak mempunyai sanak saudara di Bangka, tidak dilayani sewajarnya oleh pihak RS, saat meninggal pihak RS tidak memandikan mayat (kabarnya karena pihak RS takut tertular, padahal HIV/AIDS bisa menular jika berhubungan kelamin, dan Darah, seharusnya pihak RS pastinya sangat sudah mengerti hal semacam itu), tidak menyholatkan, juga tidak di kubur sewajarnya orang Islam dikuburkan.
Desas-desusnya, Pasien yang katanya hanya dikuburkan oleh 2 orang layaknya menguburkan bangkai binatang. Banyak juga yang mengatakan kalau di kuburkan di TPU Air Itam, dan juga banyak yang bilang di TPU Sampur.
Kenapa bergentayangan???
- Asumsi pertama. Banyak asumsi kalau Mencadin itu bergentayangan karena tidak dimandikan, dishalatkan, dan dikuburkan secara layak dan sewajarnya orang Islam.
- Asumsi kedua. Banyak yang berasumsi kalau mencadin itu menggunakan tattoo, tindik, dan juga susuk di badannya, bergentayangan sebenarnya bukan bermaksud untuk menakut-nakuti tapi hanya untuk meminta pertolongan agar di buka/ambil susuk, tindik dan semacamnya yang terdapat dibadannya. Tapi kalau yang namanya bertemu dengan ‘benda’ seperti itu tidak semua manusia yang berani menghadapinya. Saya mendapat informasi mengenai asumsi kedua ini, kalau anak dari teman orang tua saya yang tinggal di Semabung sempat dikagetkan dengan penampakan Mencadin wanita itu tepat didepannya saat waktu Maghrib.
“dia menjerit kaya anjing, tapi lebih ngeri mendengarnya.. wajahnya buruk, dia minta tolong buka susuknya, ku lari karna takut”.
Sebelum kejadian itu, pasalnya anak ini mendengar info tentang mencadin itu dari ibunya, dan anak ini tidak percaya.
“ahh masa sih.. Bohong tuh.. tidak akan ada apa-apa.. tidak akan mendatangi kita..”
- Asumsi ketiga. Gabungan antara asumsi pertama dan kedua, dan katanya tertarik pada perawan. Entah untuk tujuan apa dan bermaksud apa.
Katanya, kawasan-kawasan di pangkalpinang yang sudah heboh dan sempat dilalui mencadin itu adalah daerah Ketapang, Sampur, Air Itam, Semabung, Pancur, dan baru-baru ini di Parit Lalang. Ada yang bilang kalau kuburan wanita itu sudah didatangi oleh perangkat masyarakat di sekitar pemakaman, dan diidentifikasi kalau kuburannya longsor.
Entah sampai kapan isu ini akan hilang. Percaya atau tidak?. Itu lah isu. Saya jadi teringat dengan masa-masa saat saya masih kecil dulu sekitar tahun 90an, Pangkalpinang juga didera isu yang sama seperti ini. Isu hantu pemerkosa perawan (bahasa kerennya seperti ini) yang sangat heboh, sampai-sampai stok Daun Kelor dan Duri Rukem (tumbuhan yang katanya bisa menangkal hantu) yang di letakkan di atas pintu dan jendela tiap-tiap rumah yang ada di Pangkalpinang hampir habis dan memungkinkan karena isu itu tumbuhan-tumbuhan semacam itu sudah langka saat ini. Banyak yang menyebutkan kalau ‘benda’ itu berupa wujud babi bertubuh manusia dan besar dan sudah memakan banyak korban perawan. Seiring berjalannya waktu, isu ini pun berangsur-angsur lenyap. Tidak ada lagi pemanfaatan daun kelor dan duri rukem. Sama halnya dengan isu yang menghebohkan di daerah Jawa sana mengenai Kolor Ijo. Entah siluman atau jin yang berwujud manusia tinggi besar berperut buncit dan berambut gondrong yang hanya menggunakan kolor berwarna ijo yang juga mengincar perawan. Kalau dipikir-pikir memang betapa susahnya jadi perawan ya?.
Kita lihat saja isu lokal ini akan bagaimana ‘hidup’nya dan sejauhmana dampaknya nanti.
*Oia.. tidak lupa saya ucapkan makasih untuk teman-teman yang sudah bersedia bercerita banyak tentang hal ini*
Pertengahan April ini, bisa dikatakan Kota Pangkalpinang dihebohkan dengan isu Hantu Gentayangan yang katanya sedang berkeliling mengitari kawasan Pangkalpinang. Ada yang was-was, dan ada pula yang biasa-biasa saja, ada yang realistis modern, dan ada pula yang berpikir tradisional. Hantu Gentayangan atau ‘Mencadin’ kata Orang Bangka merupakan Hantu seorang wanita PSK. Banyak kabar yang beredar dan juga berbagai versi mengenai isu ini, katanya wanita itu meninggal di Rumah Sakit Daerah di Pangkalpinang karena mengidap AIDS, pihak RS sendiri kemungkinan tidak bertanggung jawab dalam menangani pasien ini, pasalnya pasien yang dimungkinkan merupakan warga pendatang yang tidak mempunyai sanak saudara di Bangka, tidak dilayani sewajarnya oleh pihak RS, saat meninggal pihak RS tidak memandikan mayat (kabarnya karena pihak RS takut tertular, padahal HIV/AIDS bisa menular jika berhubungan kelamin, dan Darah, seharusnya pihak RS pastinya sangat sudah mengerti hal semacam itu), tidak menyholatkan, juga tidak di kubur sewajarnya orang Islam dikuburkan.
Desas-desusnya, Pasien yang katanya hanya dikuburkan oleh 2 orang layaknya menguburkan bangkai binatang. Banyak juga yang mengatakan kalau di kuburkan di TPU Air Itam, dan juga banyak yang bilang di TPU Sampur.
Kenapa bergentayangan???
- Asumsi pertama. Banyak asumsi kalau Mencadin itu bergentayangan karena tidak dimandikan, dishalatkan, dan dikuburkan secara layak dan sewajarnya orang Islam.
- Asumsi kedua. Banyak yang berasumsi kalau mencadin itu menggunakan tattoo, tindik, dan juga susuk di badannya, bergentayangan sebenarnya bukan bermaksud untuk menakut-nakuti tapi hanya untuk meminta pertolongan agar di buka/ambil susuk, tindik dan semacamnya yang terdapat dibadannya. Tapi kalau yang namanya bertemu dengan ‘benda’ seperti itu tidak semua manusia yang berani menghadapinya. Saya mendapat informasi mengenai asumsi kedua ini, kalau anak dari teman orang tua saya yang tinggal di Semabung sempat dikagetkan dengan penampakan Mencadin wanita itu tepat didepannya saat waktu Maghrib.
“dia menjerit kaya anjing, tapi lebih ngeri mendengarnya.. wajahnya buruk, dia minta tolong buka susuknya, ku lari karna takut”.
Sebelum kejadian itu, pasalnya anak ini mendengar info tentang mencadin itu dari ibunya, dan anak ini tidak percaya.
“ahh masa sih.. Bohong tuh.. tidak akan ada apa-apa.. tidak akan mendatangi kita..”
- Asumsi ketiga. Gabungan antara asumsi pertama dan kedua, dan katanya tertarik pada perawan. Entah untuk tujuan apa dan bermaksud apa.
Katanya, kawasan-kawasan di pangkalpinang yang sudah heboh dan sempat dilalui mencadin itu adalah daerah Ketapang, Sampur, Air Itam, Semabung, Pancur, dan baru-baru ini di Parit Lalang. Ada yang bilang kalau kuburan wanita itu sudah didatangi oleh perangkat masyarakat di sekitar pemakaman, dan diidentifikasi kalau kuburannya longsor.
Entah sampai kapan isu ini akan hilang. Percaya atau tidak?. Itu lah isu. Saya jadi teringat dengan masa-masa saat saya masih kecil dulu sekitar tahun 90an, Pangkalpinang juga didera isu yang sama seperti ini. Isu hantu pemerkosa perawan (bahasa kerennya seperti ini) yang sangat heboh, sampai-sampai stok Daun Kelor dan Duri Rukem (tumbuhan yang katanya bisa menangkal hantu) yang di letakkan di atas pintu dan jendela tiap-tiap rumah yang ada di Pangkalpinang hampir habis dan memungkinkan karena isu itu tumbuhan-tumbuhan semacam itu sudah langka saat ini. Banyak yang menyebutkan kalau ‘benda’ itu berupa wujud babi bertubuh manusia dan besar dan sudah memakan banyak korban perawan. Seiring berjalannya waktu, isu ini pun berangsur-angsur lenyap. Tidak ada lagi pemanfaatan daun kelor dan duri rukem. Sama halnya dengan isu yang menghebohkan di daerah Jawa sana mengenai Kolor Ijo. Entah siluman atau jin yang berwujud manusia tinggi besar berperut buncit dan berambut gondrong yang hanya menggunakan kolor berwarna ijo yang juga mengincar perawan. Kalau dipikir-pikir memang betapa susahnya jadi perawan ya?.
Kita lihat saja isu lokal ini akan bagaimana ‘hidup’nya dan sejauhmana dampaknya nanti.
Komentar